Melihat anak mulai berbicara, belajar berjalan, bertanya banyak hal, bermain dengan teman, atau menunjukkan emosi tertentu sering membuat orang tua bertanya-tanya: apakah perkembangan anak saya sudah sesuai?
Pertanyaan seperti ini sangat wajar. Setiap anak memang tumbuh dengan kecepatan yang tidak selalu sama. Namun, memahami perkembangan anak tetap penting agar orang tua dapat mengenali kemampuan yang sedang berkembang, memberikan lingkungan yang mendukung, sekaligus mengetahui kapan perlu berkonsultasi dengan tenaga profesional.
Perkembangan anak bukan hanya soal tinggi badan, berat badan, atau kemampuan berjalan. Ada banyak kemampuan yang berkembang secara bersamaan, mulai dari cara anak berpikir, berbicara, mengelola emosi, berinteraksi dengan orang lain, hingga menggunakan imajinasi.
Apa yang Dimaksud dengan Perkembangan Anak?
Perkembangan anak adalah proses bertahap ketika seorang anak memperoleh kemampuan baru dalam berbagai aspek kehidupan.
CDC menjelaskan bahwa milestone perkembangan mencakup kemampuan anak dalam bermain, belajar, berbicara, bertindak, dan bergerak. Contohnya bisa berupa mulai tersenyum, menunjuk sesuatu, menggunakan kata, mengikuti percakapan, menyelesaikan masalah sederhana, atau berinteraksi dengan anak lain.
Artinya, perkembangan anak sebaiknya dilihat sebagai sebuah proses yang luas, bukan hanya dari satu kemampuan.
UNICEF juga menjelaskan bahwa masa kanak-kanak awal merupakan periode penting bagi perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan fisik. Pada periode tersebut, otak sangat responsif terhadap pengalaman dan lingkungan di sekitarnya.
Lima Aspek Penting Perkembangan Anak
Untuk memahami perkembangan anak dengan lebih mudah, orang tua dapat memperhatikan beberapa bidang utama.
1. Perkembangan Kognitif
Perkembangan kognitif berkaitan dengan kemampuan anak untuk belajar, berpikir, mengingat, memahami hubungan sebab-akibat, dan memecahkan masalah.
Anak kecil mungkin menunjukkan kemampuan ini melalui kegiatan sederhana. Misalnya, mencoba membuka kotak untuk mengambil mainan, menyusun balok, mengelompokkan benda berdasarkan warna, atau mencari cara agar dapat mengambil benda yang berada di tempat lebih tinggi.
Seiring bertambah usia, kemampuan berpikir menjadi semakin kompleks.
Baca Juga 👉 Perkembangan Kognitif Anak: Cara Anak Belajar, Berpikir, dan Memecahkan Masalah
Perkembangan kognitif membantu anak belajar, berpikir, memahami informasi, dan memecahkan masalah melalui pengalaman sehari-hari.
2. Perkembangan Bahasa
Bahasa membantu anak menyampaikan kebutuhan, perasaan, keinginan, dan pikirannya.
Perkembangannya dimulai bahkan sebelum anak mampu mengucapkan kata. Bayi dapat berkomunikasi melalui suara, tatapan, ekspresi wajah, dan gerakan.
Interaksi dua arah antara anak dan orang dewasa sangat penting. Harvard Center on the Developing Child menyebut interaksi responsif antara anak dan orang dewasa sebagai serve and return. Respons orang dewasa terhadap suara, gerakan, atau perhatian anak membantu mendukung perkembangan bahasa sekaligus hubungan sosial.
Baca Juga 👉 Perkembangan Bahasa Anak: Tahapan, Tanda, dan Cara Mendukungnya
Bahasa berkembang melalui interaksi, percakapan, membaca, mendengar, dan kesempatan anak untuk berkomunikasi.
3. Perkembangan Emosional
Anak juga belajar memahami dan mengatur emosinya.
Menangis ketika kecewa, marah ketika keinginannya tidak terpenuhi, takut berada di tempat baru, atau merasa senang ketika bertemu orang yang dikenalnya merupakan bagian dari proses belajar mengenali emosi.
Kemampuan mengelola emosi berkembang secara bertahap. Anak membutuhkan pengalaman dan hubungan yang aman untuk belajar memahami apa yang dirasakan.
Baca Juga 👉 Perkembangan Emosional Anak: Cara Anak Mengenali dan Mengelola Perasaan
Anak belajar mengenali dan mengelola emosi melalui hubungan, komunikasi, pengalaman, dan contoh dari orang dewasa.
4. Perkembangan Sosial
Anak tidak tumbuh hanya melalui hubungan dengan orang tua. Mereka juga belajar dari saudara, teman sebaya, guru, dan lingkungan.
Bermain bersama, menunggu giliran, berbagi, meniru orang lain, membantu teman, dan mengikuti aturan permainan merupakan contoh perkembangan sosial.
CDC memasukkan kemampuan berinteraksi, bermain, menunjukkan perhatian kepada orang lain, serta mengikuti aturan sebagai bagian dari milestone sosial dan emosional anak.
Baca Juga 👉 Perkembangan Sosial Anak: Mengapa Interaksi dengan Orang Lain Sangat Penting?
Perkembangan sosial membantu anak belajar berinteraksi, bermain, bekerja sama, berbagi, dan memahami orang lain.
5. Kreativitas Anak
Kreativitas bukan hanya kemampuan menggambar dengan bagus.
Ketika anak membuat cerita sendiri, mengubah kardus menjadi rumah-rumahan, mencampur warna, membuat permainan baru, atau menggunakan benda dengan cara yang tidak biasa, mereka sedang mengeksplorasi kreativitas.
NAEYC menjelaskan bahwa kesempatan untuk bereksperimen, bermain, memecahkan masalah, mengeksplorasi, dan mengembangkan gagasan baru dapat mendukung kreativitas anak.
Baca Juga 👉 Kreativitas Anak: Cara Mengembangkan Imajinasi dan Kemampuan Berpikir Kreatif
Kreativitas anak berkembang melalui bermain, imajinasi, eksperimen, pemecahan masalah, dan kebebasan mengeksplorasi ide.
Apakah Semua Anak Harus Mencapai Milestone pada Usia yang Sama?
Tidak selalu.
Milestone digunakan sebagai gambaran kemampuan yang umumnya dimiliki sebagian besar anak pada usia tertentu. CDC menyebut milestone mereka sebagai kemampuan yang biasanya dapat dilakukan oleh setidaknya 75 persen anak pada usia tertentu.
Karena itu, orang tua sebaiknya tidak menjadikan perkembangan anak lain sebagai satu-satunya pembanding.
Yang lebih penting adalah memperhatikan perkembangan anak secara keseluruhan dan perubahan kemampuannya dari waktu ke waktu.
Jika ada kemampuan yang membuat orang tua khawatir, pembicaraan dengan dokter atau tenaga profesional dapat membantu memberikan penilaian yang lebih tepat.
Lingkungan Sangat Berpengaruh
Perkembangan anak tidak terjadi dalam ruang kosong.
Anak belajar melalui interaksi dengan orang-orang di sekitarnya. Mengajak berbicara, membaca buku, bermain, merespons pertanyaan, mendengarkan cerita, dan memberi kesempatan anak mengeksplorasi merupakan bagian dari lingkungan belajar sehari-hari.
Harvard menjelaskan bahwa interaksi timbal balik antara anak dan orang dewasa membantu membangun fondasi perkembangan otak dan kemampuan sosial serta bahasa.
UNICEF juga menekankan pentingnya lingkungan yang memberikan stimulasi, nutrisi yang memadai, interaksi sosial, dan pengasuhan yang responsif bagi perkembangan anak.
Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?
Tidak selalu diperlukan aktivitas mahal atau mainan khusus.
Membaca cerita bersama, berbicara saat makan, bermain peran, mengajak anak membantu pekerjaan sederhana yang aman, menggambar, menyusun balok, atau bermain bersama teman dapat menjadi pengalaman belajar.
Yang penting bukan hanya aktivitasnya, tetapi juga bagaimana orang dewasa merespons anak.
Ketika anak menunjuk sesuatu, misalnya, orang tua dapat memperhatikan apa yang dilihat anak dan membicarakannya. Ketika anak bercerita, berikan kesempatan untuk menyelesaikan ceritanya.
Interaksi sederhana seperti ini dapat menjadi bagian dari proses perkembangan.
Kapan Orang Tua Perlu Lebih Memperhatikan?
Perhatian terhadap perkembangan bukan berarti orang tua harus terus-menerus mencemaskan setiap perbedaan.
Namun, jika anak kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki, tidak menunjukkan perkembangan pada area tertentu, atau orang tua memiliki kekhawatiran yang terus berulang, sebaiknya hal tersebut dibicarakan dengan tenaga kesehatan atau profesional perkembangan anak.
CDC menekankan bahwa daftar milestone bukan pengganti pemeriksaan perkembangan yang tervalidasi.
Kesimpulan
Memahami perkembangan anak membantu orang tua melihat proses pertumbuhan secara lebih utuh.
Anak berkembang melalui banyak jalur sekaligus: kognitif, bahasa, emosional, sosial, fisik, dan kreativitas. Setiap kemampuan saling berhubungan dan dapat berkembang melalui pengalaman sehari-hari.
Daripada terus bertanya apakah anak sudah sama dengan anak lain, akan lebih bermanfaat jika orang tua memperhatikan apa yang sedang dipelajari anak dan bagaimana memberikan lingkungan yang mendukungnya.
Sumber
UNICEF — Early Childhood Development:
https://www.unicef.org/early-childhood-developmentUNICEF DATA — Early Childhood Development:
https://data.unicef.org/topic/early-childhood-development/overview/CDC — Developmental Milestones:
https://www.cdc.gov/act-early/milestones/index.htmlCDC — Key Points about Developmental Milestone Checklists:
https://www.cdc.gov/act-early/milestones/key-points.htmlHarvard Center on the Developing Child — Serve and Return:
https://developingchild.harvard.edu/key-concept/serve-and-return/NAEYC — Principles of Child Development and Learning:
https://www.naeyc.org/resources/position-statements/dap/principles
