Beranda › Pendidikan › Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Prestasi Akademik Anak

Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Prestasi Akademik Anak

Tim Redaksi
Disusun oleh
Zulhadi
-
Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Prestasi Akademik Anak
Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Prestasi Akademik Anak

Pernah merasa sudah berusaha membantu anak belajar, tetapi nilainya belum juga seperti yang diharapkan?

Sebagian orang tua mungkin langsung berpikir anak kurang rajin, kurang fokus, atau perlu belajar lebih lama. Padahal, hubungan antara orang tua dan prestasi akademik anak ternyata jauh lebih kompleks.

Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua memang berkaitan dengan pencapaian akademik anak. Namun, bentuk keterlibatannya ternyata sangat menentukan.

Jadi, bukan sekadar seberapa sering orang tua duduk menemani anak belajar. Yang lebih penting adalah bagaimana orang tua memberikan dukungan dan membangun hubungan anak dengan proses belajar.

Orang Tua Memang Punya Peran, Tetapi Bukan Berarti Harus Mengajari Semua Pelajaran

Sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam Educational Research Review menganalisis 23 meta-analisis yang mencakup 1.177 penelitian tentang keterlibatan orang tua dan prestasi akademik anak.

Hasilnya menunjukkan adanya hubungan positif antara keterlibatan orang tua dan prestasi akademik. Namun, besarnya pengaruh tersebut tergolong relatif kecil sampai sedang.

Temuan ini penting karena sering muncul anggapan bahwa semakin banyak orang tua terlibat, semakin tinggi pula nilai anak.

Faktanya tidak sesederhana itu.

Keterlibatan yang berkualitas tampaknya lebih penting dibandingkan sekadar banyaknya waktu yang digunakan untuk mendampingi anak.

Harapan Orang Tua Ternyata Berpengaruh

Salah satu bentuk keterlibatan yang paling konsisten berkaitan dengan prestasi akademik adalah harapan dan aspirasi orang tua terhadap pendidikan anak.

Sebuah tinjauan terhadap 75 penelitian yang diterbitkan antara 2003 dan 2017 menemukan bahwa harapan akademik orang tua termasuk faktor yang paling konsisten berhubungan dengan pencapaian anak. Penelitian tersebut juga menemukan hubungan positif pada beberapa bentuk keterlibatan lain, seperti membaca di rumah, komunikasi mengenai sekolah serta dukungan terhadap kegiatan belajar.

Namun, ada perbedaan antara memberikan harapan dan memberikan tekanan.

Anak yang tahu bahwa orang tuanya percaya pada kemampuan dirinya bisa memiliki pandangan yang lebih positif terhadap pendidikan.

Sebaliknya, ketika harapan berubah menjadi tuntutan untuk selalu mendapatkan nilai sempurna, pengalaman belajar bisa menjadi berbeda.

Karena itu, yang penting bukan hanya "berapa tinggi nilai yang diharapkan", tetapi bagaimana orang tua menunjukkan bahwa pendidikan anak tetap dihargai tanpa menjadikan nilai sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

Ngobrol tentang Sekolah Bisa Lebih Berarti daripada yang Dibayangkan

"Bagaimana sekolah hari ini?"

Pertanyaan sederhana seperti itu mungkin terlihat biasa. Tetapi komunikasi mengenai sekolah merupakan salah satu bentuk keterlibatan orang tua yang berkaitan dengan prestasi akademik dalam sejumlah penelitian.

Meta-analisis yang diterbitkan pada 2015 menemukan bahwa keterlibatan orang tua yang paling kuat hubungannya dengan pencapaian akademik mencakup harapan akademik, komunikasi dengan anak mengenai kegiatan sekolah, serta membantu membangun kebiasaan membaca.

Artinya, orang tua tidak selalu harus memiliki kemampuan untuk menjelaskan setiap materi matematika, sains atau bahasa.

Kadang, membuka ruang agar anak bercerita tentang apa yang dipelajari di sekolah juga merupakan bagian penting dari dukungan pendidikan.

Dari percakapan tersebut, orang tua bisa mengetahui apakah anak mengalami kesulitan, menyukai pelajaran tertentu, atau membutuhkan bantuan tambahan.

Membaca Bersama Bisa Menjadi Kebiasaan yang Berharga

Membaca juga menjadi salah satu bentuk aktivitas di rumah yang banyak dikaitkan dengan pencapaian akademik.

Penelitian yang ditinjau dalam meta-analisis menunjukkan adanya hubungan antara keterlibatan orang tua dalam membangun kebiasaan membaca dan prestasi akademik anak.

Menariknya, kegiatan tersebut tidak harus selalu berupa sesi belajar formal.

Membaca buku cerita, berdiskusi mengenai isi bacaan, atau membicarakan sesuatu yang baru saja dibaca anak bisa membuat aktivitas membaca terasa lebih alami.

Di sinilah rumah dapat menjadi lingkungan belajar tanpa harus terasa seperti ruang kelas kedua.

Membantu PR Tidak Selalu Berarti Prestasi Anak Akan Naik

Ini bagian yang cukup menarik.

Banyak orang tua menganggap membantu pekerjaan rumah sebagai cara paling jelas untuk mendukung prestasi anak. Tetapi penelitian menunjukkan hasil yang lebih kompleks.

Meta-analisis tahun 2022 menemukan bahwa hubungan antara keterlibatan orang tua dalam pekerjaan rumah dan prestasi akademik tidak selalu positif. Studi tersebut bahkan menemukan hasil yang cenderung tidak menunjukkan manfaat akademik yang jelas dari keterlibatan orang tua dalam pekerjaan rumah.

Meta-analisis sebelumnya terhadap penelitian tentang keterlibatan orang tua dalam pekerjaan rumah juga menemukan bahwa efek keseluruhannya kecil dan sering kali tidak signifikan. Hasilnya dapat berbeda berdasarkan usia anak, jenis keterlibatan dan mata pelajaran.

Jadi, ada perbedaan antara membantu anak belajar dan mengerjakan tugas anak.

Ketika orang tua terlalu mengambil alih, anak justru bisa kehilangan kesempatan untuk mencoba, melakukan kesalahan dan menemukan jawabannya sendiri.

Dukungan Orang Tua Tidak Harus Selalu Berhubungan dengan Nilai

Prestasi akademik tidak hanya dipengaruhi oleh kegiatan belajar langsung.

Lingkungan rumah juga menjadi bagian dari pengalaman pendidikan anak.

Orang tua yang memperhatikan kegiatan sekolah, berbicara tentang rencana pendidikan, memberikan dukungan ketika anak mengalami kesulitan dan menunjukkan ketertarikan terhadap proses belajar dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pendidikan.

Tinjauan penelitian tahun 2018 menemukan bahwa selain harapan akademik dan aktivitas membaca di rumah, komunikasi orang tua-anak mengenai sekolah serta dorongan dan dukungan terhadap proses belajar juga menunjukkan hubungan dengan prestasi akademik.

Dengan demikian, keterlibatan orang tua sebenarnya memiliki banyak bentuk.

Tidak semuanya harus dilakukan di meja belajar.

Hubungan dengan Sekolah Juga Penting

Peran orang tua tidak berhenti di rumah.

Komunikasi antara keluarga dan sekolah dapat membantu orang tua memahami perkembangan anak secara lebih lengkap.

Orang tua dapat mengetahui bagaimana anak mengikuti pelajaran, apa yang menjadi kesulitannya dan bagaimana guru melihat perkembangan anak.

Sebuah kajian tentang hubungan keterlibatan orang tua dengan prestasi sekolah juga menemukan bahwa komunikasi orang tua dengan guru mengenai perkembangan atau kesulitan anak termasuk salah satu bentuk keterlibatan yang berkaitan dengan pencapaian akademik.

Namun, hubungan tersebut sebaiknya dipahami sebagai kerja sama.

Orang tua mengetahui kondisi anak di rumah, sementara guru melihat proses anak di lingkungan sekolah.

Keduanya memberikan informasi yang berbeda tetapi saling melengkapi.

Semakin Besar Anak, Bentuk Dukungan Bisa Berubah

Anak yang masih duduk di sekolah dasar mungkin membutuhkan pendampingan yang lebih langsung.

Ketika usia bertambah, bentuk keterlibatan orang tua dapat berubah.

Sebuah penelitian longitudinal terhadap 2.887 anak di Finlandia menemukan bahwa keterlibatan orang tua cenderung menurun seiring bertambahnya usia anak. Penelitian tersebut juga menemukan hubungan antara keterlibatan orang tua dengan nilai rata-rata dan kemampuan membaca, meskipun hasilnya perlu ditafsirkan dengan hati-hati karena kemungkinan terdapat faktor lain yang memengaruhi hubungan tersebut.

Temuan ini memperlihatkan bahwa keterlibatan orang tua bukan sesuatu yang bentuknya harus sama sepanjang masa sekolah.

Anak yang semakin mandiri mungkin tidak lagi membutuhkan orang tua untuk duduk di sampingnya setiap kali mengerjakan tugas.

Dukungan bisa berubah menjadi percakapan, pemantauan ringan, bantuan ketika dibutuhkan dan dukungan terhadap tujuan pendidikan anak.

Prestasi Akademik Bukan Hasil dari Satu Faktor

Ada satu hal yang penting untuk diingat.

Ketika penelitian menemukan hubungan antara keterlibatan orang tua dan prestasi akademik, bukan berarti orang tua menjadi satu-satunya penyebab anak memperoleh nilai tinggi.

Prestasi akademik dipengaruhi banyak faktor.

Kemampuan awal, kualitas pengajaran, lingkungan sekolah, kondisi sosial-ekonomi, karakteristik anak, kesehatan, motivasi dan berbagai faktor lainnya juga dapat berperan.

Bahkan kajian ilmiah tentang keterlibatan orang tua menunjukkan bahwa hubungan tersebut tidak selalu sama pada setiap kelompok dan tidak semua bentuk keterlibatan memberikan hasil yang sama.

Karena itu, orang tua tidak perlu merasa bersalah ketika nilai anak belum sesuai harapan.

Yang lebih penting adalah melihat apakah anak mendapatkan lingkungan yang mendukungnya untuk terus berkembang.

Jadi, Apa Peran Orang Tua yang Paling Berarti?

Kalau seluruh temuan tersebut dirangkum, peran orang tua bukan menjadi "guru kedua" yang harus menguasai semua pelajaran.

Peran yang lebih penting adalah menciptakan lingkungan yang membuat anak merasa pendidikan itu penting dan dirinya mampu berkembang.

Harapan yang realistis, komunikasi tentang sekolah, kebiasaan membaca, dukungan terhadap proses belajar dan hubungan yang baik dengan sekolah merupakan beberapa bentuk keterlibatan yang memiliki dasar penelitian.

Sementara itu, membantu pekerjaan rumah perlu dilakukan dengan hati-hati karena penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan dalam PR tidak selalu memberikan dampak positif terhadap prestasi.

Pada akhirnya, prestasi akademik bukan sekadar angka di rapor.

Di balik angka tersebut ada proses panjang: anak belajar memahami sesuatu, mencoba, gagal, memperbaiki kesalahan dan perlahan menjadi lebih mandiri.

Dalam proses itu, orang tua memang memiliki peran penting.

Bukan untuk menjalani perjalanan tersebut menggantikan anak, tetapi untuk menjadi orang yang mendukungnya sepanjang perjalanan.


Sumber Referensi

  1. Kim, S. (2022), Educational Research Review – Fifty years of parental involvement and achievement research: A second-order meta-analysis
    https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1747938X2200032X

  2. Castro, M. dkk. (2015), Educational Research Review – Parental involvement on student academic achievement: A meta-analysis
    https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1747938X15000032

  3. Boonk, L. dkk. (2018), Educational Research Review – A review of the relationship between parental involvement indicators and academic achievement
    https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1747938X18301027

  4. Parental involvement in elementary schools and children’s academic achievement: A longitudinal analysis across educational groups in Finland (2025)
    https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0276562424001203