Beranda › Kesehatan › Kenapa Sering Mengantuk Saat Membaca? Ini Penyebab yang Perlu Diketahui

Kenapa Sering Mengantuk Saat Membaca? Ini Penyebab yang Perlu Diketahui

Tim Redaksi
Disusun oleh
Zulhadi
-
Kenapa Sering Mengantuk Saat Membaca? Ini Penyebab yang Perlu Diketahui
Penyebab sering mengantuk saat membaca

Pernah baru membaca beberapa halaman buku, tiba-tiba mata terasa berat dan ingin tidur? Padahal sebelumnya tidak merasa terlalu lelah. Hal yang sama juga bisa terjadi saat membaca artikel panjang di ponsel atau bekerja dengan banyak teks di depan komputer.

Mengantuk ketika membaca sebenarnya cukup umum. Membaca membuat mata dan otak bekerja untuk memproses informasi, sementara suasana yang tenang dan posisi tubuh yang nyaman bisa membuat rasa kantuk semakin mudah muncul. Namun, kalau rasa mengantuk terjadi hampir setiap kali membaca dan juga muncul pada aktivitas lain di siang hari, ada baiknya mencari tahu penyebabnya.

Kenapa membaca bisa membuat mengantuk?

Ada beberapa alasan yang mungkin membuat mata cepat terasa berat ketika membaca.

1. Kurang tidur

Ini salah satu penyebab yang paling sederhana. Jika waktu tidur kurang atau kualitas tidur terganggu, tubuh bisa tetap mengantuk pada siang hari. Akibatnya, aktivitas yang membutuhkan konsentrasi seperti membaca menjadi lebih sulit dilakukan tanpa merasa ingin tidur.

Jadi, kalau semalam tidur terlalu larut dan siangnya mudah tertidur saat membaca, bisa jadi tubuh memang sedang membutuhkan istirahat.

2. Membaca dalam suasana terlalu nyaman

Membaca biasanya dilakukan sambil duduk santai, berbaring, atau berada di ruangan yang tenang. Kondisi seperti ini dapat membuat tubuh lebih rileks, terutama jika membaca dilakukan menjelang waktu tidur.

Membaca sebelum tidur bahkan sering digunakan sebagai bagian dari rutinitas untuk membantu tubuh bersiap beristirahat.

3. Mata terlalu lelah

Membaca dalam waktu lama membuat mata terus melakukan pekerjaan untuk memfokuskan pandangan dan mengikuti tulisan. Pada sebagian orang, masalah penglihatan atau gangguan koordinasi mata dapat menyebabkan mata cepat lelah, sulit berkonsentrasi, bahkan muncul rasa mengantuk saat membaca.

Kondisi ini bisa lebih terasa ketika membaca dari layar karena penggunaan perangkat digital dalam waktu lama dapat memicu ketegangan mata.

4. Membaca saat tubuh memang sudah lelah

Kadang masalahnya bukan pada aktivitas membaca, melainkan kondisi tubuh sebelum mulai membaca. Setelah bekerja seharian, makan, atau melakukan aktivitas yang menguras energi, kemampuan untuk tetap fokus bisa menurun.

Ketika kemudian membuka buku atau membaca artikel dalam suasana tenang, rasa kantuk yang sebelumnya tertahan bisa terasa lebih kuat.

Apa yang bisa dilakukan agar tidak cepat mengantuk?

Kalau rasa kantuk muncul sesekali, beberapa kebiasaan sederhana bisa dicoba:

  • Pastikan waktu tidur cukup dan jadwal tidur relatif teratur.

  • Hindari membaca dalam posisi terlalu nyaman jika tujuannya untuk tetap terjaga.

  • Beri jeda setelah membaca cukup lama.

  • Jika membaca dari layar, istirahatkan mata secara berkala.

  • Perhatikan pencahayaan agar tulisan mudah dilihat.

  • Cobalah membaca sambil duduk dengan posisi yang lebih tegak.

  • Bergerak sebentar jika mulai merasa sangat mengantuk.

Untuk penggunaan perangkat digital, American Optometric Association menyarankan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat sesuatu sekitar 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik.

Kapan rasa mengantuk perlu diperhatikan?

Sesekali mengantuk ketika membaca biasanya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, ceritanya berbeda jika rasa kantuk sangat sering terjadi dan tidak hanya muncul ketika membaca.

Misalnya, Anda sering tertidur atau hampir tertidur saat bekerja, belajar, menonton televisi, atau melakukan aktivitas lain pada siang hari. Kondisi seperti ini sebaiknya diperhatikan, terutama jika sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.

Rasa kantuk berlebihan juga dapat berkaitan dengan kurang tidur, gangguan tidur seperti sleep apnea, efek obat tertentu, atau kondisi kesehatan lainnya. Jika sudah berlangsung terus-menerus meski waktu tidur cukup, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mencari penyebabnya.

Jangan langsung menganggap membaca sebagai penyebabnya

Jadi, sering mengantuk saat membaca tidak selalu berarti ada masalah dengan aktivitas membaca. Bisa saja tubuh memang kurang istirahat, mata sedang lelah, atau suasana membaca membuat tubuh lebih rileks.

Yang penting, perhatikan kapan rasa kantuk muncul dan apakah terjadi juga pada aktivitas lain. Jika kantuk berlebihan mulai mengganggu pekerjaan, belajar, atau aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.

Sumber Referensi

  • Sleep Foundation – Common Causes of Excessive Daytime Sleepiness: https://www.sleepfoundation.org/excessive-sleepiness/causes

  • Sleep Foundation – Effects of Sleep Deprivation: 
    https://www.sleepfoundation.org/sleep-deprivation/effects-of-sleep-deprivation

  • Sleep Foundation – Reading Before Bed
     https://www.sleepfoundation.org/sleep-hygiene/reading-before-bed

  • NHS – Excessive Daytime Sleepiness (Hypersomnia):
    https://www.nhs.uk/conditions/excessive-daytime-sleepiness-hypersomnia/

  • American Optometric Association – Computer Vision Syndrome:
    https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/computer-vision-syndrome

  • American Optometric Association – Convergence Insufficiency:
    https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/convergence-insufficiency