Beranda Artikel

Cara Menabung Konsisten Meski Gaji Pas-pasan

Menghitung waktu baca...
Foto Penulis
Disusun oleh
Tim Redaksi
www.bacartikel.web.id
ABSTRAK

Menabung dengan gaji pas-pasan bisa dimulai dari nominal kecil, dilakukan rutin, otomatis, dan disesuaikan dengan kemampuan serta tujuan keuangan.

Menabung Konsisten Meski Gaji Pas-pasan

Gaji pas-pasan sering membuat menabung terasa seperti sesuatu yang sulit dilakukan. Baru menerima gaji, kebutuhan pokok sudah menunggu. Ada biaya makan, transportasi, tagihan, cicilan, kebutuhan keluarga, hingga pengeluaran kecil yang ternyata terus muncul.

Akhirnya, menabung kembali ditunda. “Nanti kalau ada sisa,” begitu yang sering terjadi. Masalahnya, uang yang ditunggu sebagai sisa biasanya memang tidak pernah benar-benar ada.

Padahal, menabung tidak selalu harus dimulai dengan jumlah besar. Beberapa lembaga edukasi keuangan di luar negeri justru menekankan pentingnya membangun kebiasaan menyimpan uang secara rutin, termasuk ketika kemampuan menabung masih terbatas.

Jadi, bagaimana cara menabung konsisten meski gaji pas-pasan?

Jangan Menunggu Uang Tersisa

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menjadikan tabungan sebagai tujuan terakhir setelah seluruh kebutuhan dibayar.

Jika pola ini terus dilakukan, tabungan akan bergantung pada sesuatu yang tidak pasti: sisa uang.

Consumer Financial Protection Bureau (CFPB), lembaga pemerintah Amerika Serikat yang memberikan edukasi perlindungan konsumen keuangan, menyarankan agar kontribusi tabungan dimasukkan ke dalam anggaran. Dengan begitu, tabungan menjadi bagian dari perencanaan keuangan, bukan sekadar uang yang disimpan jika kebetulan tersisa.

Artinya, ketika gaji masuk, sebagian kecil uang bisa langsung dipisahkan untuk tabungan.

Tidak harus besar. Yang lebih penting adalah jumlah tersebut realistis dan bisa dilakukan secara rutin.

Mulai dari Jumlah yang Tidak Membebani

Kalau kondisi keuangan belum memungkinkan untuk menyisihkan 10 atau 20 persen penghasilan, tidak perlu memaksakan angka tersebut.

MoneyHelper, layanan edukasi keuangan yang didukung pemerintah Inggris, menyarankan orang yang kesulitan menentukan jumlah tabungan untuk memulainya dari nominal kecil dan meningkatkannya secara bertahap ketika sudah mampu.

Misalnya, seseorang memiliki gaji Rp3 juta per bulan.

Daripada menetapkan target Rp500.000 tetapi akhirnya tidak pernah konsisten, target awal bisa dibuat lebih ringan, misalnya Rp100.000 per bulan.

Jika Rp100.000 terasa masih terlalu berat, jumlahnya dapat disesuaikan lagi. Tujuannya bukan terlihat besar di awal, melainkan membangun pola bahwa setiap menerima penghasilan selalu ada bagian yang disimpan.

Buat Tabungan Menjadi Otomatis

Menabung sering gagal bukan karena seseorang tidak punya niat, tetapi karena keputusan untuk menabung harus dibuat berulang kali.

Hari ini ingin menabung. Besok ada kebutuhan. Minggu berikutnya lupa. Bulan berikutnya uang sudah habis.

Karena itu, salah satu cara yang disarankan CFPB adalah membuat transfer tabungan secara otomatis. Uang dapat dipindahkan secara berkala dari rekening utama ke rekening tabungan sesuai jumlah dan jadwal yang ditentukan.

Dengan sistem tersebut, tabungan tidak harus menunggu keputusan setiap hari.

Namun, saldo rekening tetap perlu diperhatikan agar transfer otomatis tidak menyebabkan kekurangan dana atau biaya tambahan dari bank.

Pisahkan Tabungan dari Rekening Harian

Tabungan yang bercampur dengan uang untuk kebutuhan sehari-hari lebih mudah terpakai.

Karena itu, membuat rekening khusus tabungan dapat membantu memisahkan uang berdasarkan tujuan. CFPB menyebut rekening khusus sebagai salah satu pilihan untuk menyimpan dana darurat agar uang tersebut tidak mudah tercampur dengan pengeluaran rutin.

Misalnya, rekening pertama digunakan untuk menerima gaji dan membayar kebutuhan bulanan.

Rekening kedua khusus untuk tabungan.

Ketika uang sudah berpindah ke rekening tabungan, penggunaannya pun memiliki tujuan yang lebih jelas.

Tentukan Tujuan Tabungan

Menabung tanpa tujuan sering membuat seseorang mudah mengambil kembali uang yang sudah dikumpulkan.

Sebaliknya, tujuan yang jelas memberikan gambaran mengenai alasan uang tersebut disimpan.

MoneyHelper menyarankan agar tujuan tabungan ditentukan terlebih dahulu, termasuk menetapkan jumlah yang ingin dicapai dan berapa banyak uang yang perlu disisihkan secara berkala.

Tujuannya tidak harus langsung besar.

Bisa dimulai dari dana untuk kebutuhan tidak terduga, biaya servis kendaraan, membeli peralatan rumah tangga, biaya pendidikan, perjalanan, atau kebutuhan lain yang memang sudah direncanakan.

Contohnya, jika target tabungan Rp1 juta dan kemampuan menabung Rp100.000 setiap bulan, target tersebut membutuhkan waktu sekitar 10 bulan.

Angka tersebut membuat proses menabung terasa lebih konkret.

Bedakan Tabungan dan Dana Darurat

Tabungan untuk membeli sesuatu berbeda dengan dana darurat.

Dana darurat disiapkan untuk pengeluaran tidak terduga seperti perbaikan kendaraan, kerusakan peralatan rumah, biaya medis tertentu, atau kehilangan sumber pendapatan. CFPB menjelaskan bahwa dana semacam ini dapat membantu seseorang menghadapi kejadian tidak terencana tanpa langsung bergantung pada utang.

Karena itu, jika kemampuan menabung masih terbatas, dana untuk menghadapi keadaan darurat bisa menjadi salah satu prioritas awal.

Tidak perlu langsung mengejar nominal besar.

CFPB juga mencatat bahwa bagi orang yang hidup dari satu gaji ke gaji berikutnya, menyisihkan sedikit uang sekalipun dapat memberikan tambahan perlindungan finansial.

Catat Pengeluaran yang Sering Tidak Terasa

Kadang masalahnya bukan semata-mata gaji terlalu kecil, tetapi ada pengeluaran yang tidak terlihat karena nilainya kecil dan terjadi berulang kali.

Contohnya, biaya pesan makanan, kopi, transportasi tambahan, biaya layanan digital, belanja kecil, atau pengeluaran spontan.

CFPB menyarankan pencatatan pengeluaran secara lengkap agar seseorang bisa mengetahui ke mana uangnya pergi dan membuat anggaran berdasarkan kondisi nyata, bukan perkiraan.

Cobalah mencatat pengeluaran selama satu bulan.

Tidak perlu menggunakan aplikasi khusus. Catatan sederhana di ponsel pun cukup.

Dari sana, biasanya lebih mudah melihat pengeluaran mana yang memang penting dan mana yang sebenarnya dapat dikurangi.

Gunakan Uang Tambahan untuk Memperkuat Tabungan

Ketika mendapatkan uang di luar penghasilan rutin, sebagian dapat diarahkan ke tabungan.

Misalnya bonus, honor tambahan, hadiah uang, pendapatan sampingan, atau pemasukan lain yang tidak datang setiap bulan.

CFPB menyarankan memanfaatkan kesempatan ketika ada uang tambahan untuk memperkuat tabungan, terutama bagi orang yang pendapatannya tidak selalu sama setiap bulan.

Tidak berarti seluruh uang tambahan harus disimpan.

Sebagian dapat digunakan untuk kebutuhan lain, sementara sebagian lainnya masuk ke tabungan sesuai kemampuan.

Jangan Merasa Gagal Saat Harus Mengambil Tabungan

Ada kalanya tabungan memang harus digunakan.

Ketika kendaraan rusak dan harus diperbaiki, ada kebutuhan rumah tangga yang mendesak, atau muncul pengeluaran tidak terduga, dana yang memang disiapkan untuk keadaan darurat boleh digunakan untuk tujuan tersebut.

CFPB menjelaskan bahwa setelah dana darurat digunakan, langkah berikutnya adalah membangunnya kembali.

Jadi, mengambil tabungan untuk keadaan yang benar-benar diperlukan bukan berarti seluruh usaha menabung gagal.

Yang penting, kebiasaan menyimpan uang kembali dilanjutkan setelah kondisi memungkinkan.

Kuncinya Bukan Gaji Besar, tetapi Sistem yang Realistis

Menabung dengan gaji pas-pasan memang membutuhkan ruang yang lebih kecil. Karena itu, strategi yang digunakan juga harus realistis.

Mulai dari nominal yang sanggup dipertahankan. Catat pengeluaran. Pisahkan rekening. Tentukan tujuan. Gunakan transfer otomatis jika memungkinkan. Lalu evaluasi jumlah tabungan ketika pendapatan atau kebutuhan berubah.

MoneyHelper menyebut bahwa menabung dalam jumlah kecil tetapi rutin dapat membantu membangun kebiasaan karena tidak terlalu membebani anggaran.

Pada akhirnya, Rp50.000 atau Rp100.000 yang berhasil disimpan secara konsisten tetap lebih nyata daripada target besar yang hanya bertahan beberapa hari.

Menabung bukan sekadar tentang berapa banyak uang yang bisa disisihkan hari ini. Yang tidak kalah penting adalah membangun kebiasaan agar setiap pemasukan selalu memiliki bagian yang disiapkan untuk masa depan.


Sumber Artikel

  1. Consumer Financial Protection Bureau (CFPB)An essential guide to building an emergency fund
    CFPB – Emergency Fund Guide

  2. Consumer Financial Protection Bureau (CFPB)Budgeting: How to create a budget and stick with it
    CFPB – Budgeting Guide

  3. Consumer Financial Protection Bureau (CFPB)Looking for an easy way to save money? Make it automatic
    CFPB – Automatic Savings

  4. MoneyHelperSaving money to boost your budget
    MoneyHelper – Saving Money

  5. MoneyHelperEmergency savings – how much is enough?
    MoneyHelper – Emergency Savings