Beranda Artikel

Tanda Tubuh Kurang Istirahat yang Sering Diabaikan

Menghitung waktu baca...
Foto Penulis
Disusun oleh
Tim Redaksi
www.bacartikel.web.id
ABSTRAK

Kurang istirahat dapat memicu kantuk, sulit fokus, perubahan emosi, lapar berlebihan dan tubuh tetap lelah meski sudah tidur

Tanda Tubuh Kurang Istirahat

Kurang istirahat tidak selalu ditandai dengan rasa kantuk berat. Tubuh dapat memberikan sejumlah sinyal yang lebih halus, mulai dari sulit berkonsentrasi, mudah lupa, perubahan suasana hati, hingga meningkatnya rasa lapar. Karena sering dianggap sebagai kelelahan biasa, tanda-tanda tersebut kerap diabaikan.

Bagi orang dewasa, kebutuhan tidur umumnya berada pada kisaran 7–9 jam setiap malam. Mayo Clinic menjelaskan bahwa tidur yang cukup dan berkualitas berperan penting dalam menjaga kesehatan, sementara kekurangan tidur dalam jangka panjang berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan.

Dilansir dari mayoclinic.org, kurang tidur juga dapat memengaruhi kemampuan tubuh melawan infeksi. Mayo Clinic menulis, “Lack of sleep can affect your immune system.” Artinya, kurang tidur dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

1. Mudah Mengantuk pada Siang Hari

Salah satu tanda paling mudah dikenali ketika tubuh kurang istirahat adalah rasa kantuk pada siang hari. Namun, kondisi ini sering dianggap wajar, terutama setelah bekerja atau melakukan aktivitas fisik.

Johns Hopkins Medicine menyebut rasa kantuk pada siang hari sebagai salah satu tanda penting kekurangan tidur. Dalam kondisi tertentu, seseorang bahkan dapat mengalami microsleep, yaitu periode tidur yang sangat singkat ketika sebenarnya sedang beraktivitas.

Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus ketika seseorang mengantuk saat mengemudi, bekerja menggunakan mesin atau melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Mayo Clinic juga mencatat bahwa gangguan tidur dapat membuat seseorang sangat mengantuk pada siang hari, termasuk tertidur pada waktu yang tidak semestinya.

2. Sulit Berkonsentrasi dan Mudah Lupa

Kurang tidur juga dapat terlihat dari perubahan kemampuan berpikir. Seseorang mungkin lebih sulit menyelesaikan pekerjaan, mudah kehilangan fokus atau membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami informasi.

Johns Hopkins Medicine mencatat bahwa kekurangan tidur dapat menyebabkan “inability to concentrate” dan gangguan memori.

Mayo Clinic juga memasukkan kesulitan memperhatikan, berkonsentrasi dan mengingat sebagai gejala yang dapat muncul ketika seseorang mengalami insomnia.

Karena itu, sering lupa atau sulit fokus tidak selalu berkaitan dengan banyaknya pekerjaan. Kualitas dan durasi tidur juga perlu diperhatikan.

3. Mudah Marah dan Suasana Hati Berubah

Perubahan suasana hati merupakan tanda lain yang sering tidak dikaitkan dengan kurang tidur. Seseorang dapat menjadi lebih mudah tersinggung, tegang, cemas atau mengalami perubahan emosi.

Johns Hopkins Medicine mencatat bahwa kekurangan tidur dapat memengaruhi suasana hati dan dikaitkan dengan iritabilitas, kecemasan serta depresi.

Mayo Clinic juga menyebut rasa mudah marah, depresi atau cemas sebagai beberapa gejala yang dapat muncul pada insomnia.

Artinya, perubahan emosi yang terus muncul bersamaan dengan pola tidur buruk perlu diperhatikan, terutama jika mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

4. Tubuh Terasa Lemas Meski Aktivitas Tidak Berat

Rasa lelah yang menetap merupakan tanda lain yang dapat muncul ketika tubuh tidak memperoleh istirahat yang cukup. Seseorang mungkin merasa tidak bertenaga sejak pagi atau membutuhkan waktu lama untuk kembali berenergi.

Mayo Clinic menjelaskan bahwa kelelahan dapat berkaitan dengan kebiasaan tidur yang buruk maupun kurang tidur. Namun, kelelahan yang terus berlangsung juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain sehingga tidak selalu dapat langsung disimpulkan sebagai akibat kurang tidur.

Karena itu, penting melihat kondisi tersebut secara keseluruhan, termasuk pola tidur, aktivitas harian dan gejala lain yang menyertainya.

5. Lebih Sering Merasa Lapar

Kurang tidur juga dapat memengaruhi pengaturan rasa lapar. Johns Hopkins Medicine mencatat bahwa kekurangan tidur dapat meningkatkan keinginan mengonsumsi makanan tertentu, termasuk makanan manis, asin dan berkalori tinggi.

Perubahan pola makan tersebut dapat terjadi karena tidur berkaitan dengan mekanisme hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.

Jika seseorang mulai sering merasa lapar atau mengalami keinginan makan yang lebih kuat bersamaan dengan kebiasaan tidur yang buruk, pola istirahat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

6. Daya Tahan Tubuh Menurun

Tubuh membutuhkan tidur untuk mendukung sistem kekebalan. Mayo Clinic menjelaskan bahwa orang yang tidak memperoleh tidur berkualitas atau tidur yang cukup lebih mudah mengalami sakit setelah terpapar virus tertentu. Kurang tidur juga dapat memengaruhi proses pemulihan ketika seseorang sudah sakit.

Johns Hopkins Medicine juga mencatat adanya dampak kekurangan tidur terhadap sistem imun.

Karena itu, sering merasa tidak fit dapat menjadi salah satu tanda yang perlu dievaluasi bersama kebiasaan tidur, meskipun kondisi tersebut juga dapat mempunyai penyebab lain.

7. Reaksi dan Pengambilan Keputusan Menurun

Kurang tidur bukan hanya membuat seseorang mengantuk. Kemampuan menjalankan aktivitas dengan aman juga dapat terganggu.

Mayo Clinic menyebut gangguan tidur dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk bekerja atau berkendara dengan aman. Insomnia juga dapat menyebabkan waktu reaksi menjadi lebih lambat dan meningkatkan risiko kesalahan maupun kecelakaan.

Hal ini membuat rasa kantuk saat mengemudi menjadi tanda yang tidak boleh disepelekan.

8. Tidur Lama tetapi Tetap Tidak Segar

Masalah istirahat tidak selalu berarti seseorang tidur terlalu sedikit. Kualitas tidur juga penting.

Mayo Clinic menjelaskan bahwa orang dengan gangguan tidur mungkin mendapatkan waktu tidur tetapi tetap tidak merasa segar ketika bangun. Gangguan tidur tertentu juga dapat menyebabkan seseorang terbangun berkali-kali atau mengalami gangguan pernapasan ketika tidur.

Jika seseorang sudah tidur dalam durasi yang cukup tetapi tetap merasa sangat mengantuk pada siang hari, kondisi tersebut perlu diperhatikan.

Mayo Clinic menyarankan berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan apabila seseorang secara rutin mengalami kesulitan mendapatkan tidur yang cukup, tidak merasa segar setelah bangun atau mengalami kantuk berlebihan pada siang hari.

Kurang Istirahat Jangan Selalu Dianggap Kelelahan Biasa

Kurang tidur sesekali dapat terjadi karena pekerjaan, perubahan jadwal atau aktivitas tertentu. Namun, masalah tidur yang berlangsung terus-menerus perlu mendapat perhatian.

Mayo Clinic menyebut sebagian besar orang dewasa membutuhkan sekitar 7–9 jam tidur setiap malam. Sementara itu, Johns Hopkins Medicine menjelaskan bahwa kekurangan tidur dapat memengaruhi konsentrasi, memori, suasana hati, kemampuan fisik dan daya tahan tubuh.

Dengan demikian, rasa kantuk, sulit berkonsentrasi, mudah marah, tubuh lemas, lebih sering lapar dan tetap merasa tidak segar setelah tidur merupakan beberapa sinyal yang patut diperhatikan.

Jika keluhan tersebut terjadi secara terus-menerus atau mengganggu pekerjaan, aktivitas sehari-hari maupun keselamatan, pemeriksaan kepada tenaga kesehatan dapat membantu mengetahui penyebabnya. Gangguan tidur seperti insomnia dan sleep apnea juga dapat menjadi penyebab seseorang tidak mendapatkan istirahat yang berkualitas.

Sumber Artikel

  1. Mayo ClinicLack of sleep: Can it make you sick?
    Mayo Clinic – Lack of Sleep

  2. Mayo ClinicSleep disorders: Symptoms and causes
    Mayo Clinic – Sleep Disorders

  3. Mayo ClinicInsomnia: Symptoms and causes
    Mayo Clinic – Insomnia

  4. Johns Hopkins MedicineSleep Deprivation
    Johns Hopkins Medicine – Sleep Deprivation

  5. Johns Hopkins MedicineThe Effects of Sleep Deprivation
    Johns Hopkins Medicine – Effects of Sleep Deprivation