Perubahan teknologi dan digitalisasi membuat kebutuhan dunia kerja ikut berkembang. Menurut berbagai kajian Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), pekerja membutuhkan kombinasi keterampilan dasar, digital, sosial, dan kemampuan beradaptasi.
OECD dalam OECD Skills Outlook 2025 menjelaskan bahwa keterampilan abad ke-21 mencakup kemampuan memproses informasi, keterampilan sosial dan emosional, serta kemampuan menghadapi perubahan.
Berikut tujuh keterampilan yang penting untuk dunia kerja.
1. Pemecahan Masalah
Kemampuan problem solving diperlukan ketika pekerja menghadapi persoalan yang belum memiliki solusi langsung. OECD menjelaskan bahwa adaptive problem solving mencakup kemampuan memahami masalah, mencari informasi, mengevaluasi pilihan, dan menerapkan solusi.
OECD menyebut, “Problem Solving is an integral part of work and daily life.” Dikutip dari oecd.org, kemampuan ini menjadi salah satu kompetensi penting dalam kehidupan dan pekerjaan.
2. Literasi
Literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami serta menggunakan informasi. OECD menempatkan literasi sebagai salah satu keterampilan inti abad ke-21.
Kemampuan ini dibutuhkan untuk memahami laporan, instruksi, dokumen, maupun informasi digital di tempat kerja.
3. Numerasi
Numerasi merupakan kemampuan memahami dan menggunakan informasi berbentuk angka. Keterampilan ini diperlukan dalam berbagai pekerjaan, misalnya membaca tabel, menghitung anggaran, memahami persentase, hingga menganalisis grafik.
OECD memasukkan numerasi sebagai bagian dari keterampilan penting untuk memproses informasi.
4. Keterampilan Digital
Digitalisasi membuat kemampuan menggunakan teknologi semakin dibutuhkan. OECD menjelaskan bahwa teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan, telah mengubah cara manusia bekerja dan belajar.
Keterampilan digital mencakup kemampuan menggunakan perangkat lunak, mengelola informasi digital, memanfaatkan teknologi dan beradaptasi dengan sistem baru.
5. Komunikasi
Komunikasi dibutuhkan untuk menyampaikan informasi, memberikan laporan, menjelaskan persoalan dan berinteraksi dengan rekan kerja maupun pelanggan.
Dalam berbagai kajiannya, OECD memasukkan komunikasi sebagai keterampilan yang semakin penting dalam lingkungan kerja yang berubah akibat digitalisasi.
6. Kolaborasi
Kemampuan bekerja sama membantu pekerja menyelesaikan tugas secara efektif. OECD memasukkan collaboration sebagai salah satu keterampilan inti yang berkaitan dengan kemampuan kerja.
Kolaborasi mencakup pembagian tugas, pertukaran informasi, koordinasi dan penyelesaian masalah bersama.
7. Kemampuan Belajar dan Beradaptasi
Perubahan teknologi membuat pekerja perlu terus memperbarui kemampuan. OECD dalam Skills Outlook 2019 menyatakan, “The readiness to learn new things may be one of the most important skills to develop in a rapidly changing working environment.”
Dikutip dari oecd.org, kemampuan belajar dan beradaptasi menjadi penting karena kebutuhan keterampilan terus berubah.
Keterampilan Teknis Tetap Penting
Tujuh keterampilan tersebut tidak menggantikan keahlian teknis. Setiap profesi tetap membutuhkan kompetensi khusus sesuai bidangnya. Namun, kemampuan problem solving, literasi, numerasi, digital, komunikasi, kolaborasi, serta adaptasi dapat menjadi fondasi untuk menghadapi perubahan pekerjaan.
Dengan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, kemampuan untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan menjadi semakin penting bagi pekerja maupun pencari kerja.
Sumber Artikel
OECD — OECD Skills Outlook 2025
https://www.oecd.org/en/publications/oecd-skills-outlook-2025_26163cd3-en.htmlOECD — PISA Vocational Education and Training (VET)
https://www.oecd.org/en/publications/pisa-vocational-education-and-training-vet_b0d5aaf9-en/full-report/component-9.htmlOECD — OECD Skills Outlook 2019
https://www.oecd.org/en/publications/2019/05/oecd-skills-outlook-2019_c8896fe0/full-report/component-5.html
